VVIP TOS

Thursday, September 2, 2010

PASANGLAH CITA-CITA KALIAN


Tidak sedikit manusia yang tidak memiliki cita-cita, pesimis menjalani hidup, "pasrah" dalam menjalani dan menerima hidup.
 ending.jpg
Bismillahirrahmannirahim.....Wahai Teman-Teman sekalian,
"Kalau kita memulai langkah dengan rasa takut, maka sebenarnya kita tidak pernah melangkah... " (A. H. Nayyar, ph. D, Presiden Pakistan Peace Coalition).
Tidak sedikit manusia yang tidak memiliki cita-cita, pesimis menjalani hidup, "pasrah" dalam menjalani dan menerima hidup. Tidak sedikit pula manusia yang banyak bermimpi, berkhayal dan selalu berandai-andai tanpa usaha untuk mencapai apa yang diimpikannya. Allah SWT. tidak menciptakan manusia tanpa tujuan dan harapan. Ketika manusia mulai lahir dan menghirup hawa dunia, maka ketika itulah manusia harus siap menerima dan menunaikan amanah Allah di muka bumi ini. Dalam hidup ada mega projek yang harus dicapai oleh manusia, teruslah mencuba untuk melangkah setahap demi setahap hingga akhirnya Allah memberikan kemenangan dan keberkahan tujuan kita. Ia adalah cita-cita.
Cita-cita merupakan energi dan motivasi, bukan obsesi tak terkendali. Ia merupakan perencanaan yang terorganise dan tersusun rapi bukan khayalan menggunung, meluap dalam lautan hidup dan hanya sekadar buih. Ia adalah ruh yang dapat membangkitkan kemalasan menjadi kreativiti, sikap pesimis menjadi optimis, kelemahan menjadi kekuatan. Ia adalah "engine" yang dapat mensinergikan ikhtiar dan doa, ruh, jasad dan akal untuk senantiasa bekerjasama dalam mewujudkan tujuan.
ending2.jpgJangan takut untuk memiliki cita-cita, kerana ia akan menggerakkan jasad untuk aktif dan energik, akal untuk kreatif dan inovatif, jiwa dan ruh untuk senantiasa dekat pada Rabbnya. Cita-citalah yang telah membuat seorang Imam Ahmad bertahan terhadap siksaan penguasa tirani dalam mempertahankan keyakinannya bahawa al-Qur`an itu bukan makhluk, cita-cita pula yang telah membuat seorang ibu melimpahkan kasih sayang terhadap anaknya, senantiasa memenuhinya dengan doa dan cinta.
Jangan takut untuk bercita-cita meski dalam keadaan sulit dan terhimpit, lemah dan tidak berdaya. Tetap kuatkan dan bulatkan tekad dalam diri untuk mencapai cita-cita besar, yang akan bermuara pada samudera tawakkal. Adalah Rasulullah SAW. dan kaum muslimin yang bersamanya, tetap memiliki cita-cita besar dan agung meski beliau dalam keadaan lemah dan sulit. Dalam peristiwa perang Khandaq, pasukan muslimin hanya berjumlah 3000 sedangkan pasukan kafir berjumlah 10. 000. Namun, keadaan itu tidak membuat pasukan muslimin lemah dan putus asa, malah sebaliknya, kelemahan dan kekurangan itu dapat menjadi kekuatan dan memicu kaum muslimin untuk berfikir kreatif. Akhirnya idea cemerlang muncul dari seorang Salman al-Farisi tentang strategi parit.
Bahkan disisi lain, ketika Rasulullah sedang membuat parit, beliau mengungkapkan cita-cita besarnya, hal ini diceritakan oleh al-Barra`. Ia Berkata, "Saat menggali parit, di beberapa tempat kami terhalang oleh tanah yang sangat keras dan tidak dapat digali dengan cangkul. Kami melaporkan hal ini kepada Rasulullah SAW. Beliau datang, mengambil cangkul dan bersabda, "Bismillah... ", kemudian menghentam tanah yang keras itu dengan sekali hentaman. Beliau bersabda, "Allah Maha Besar, aku diberi kunci-kunci Syam. Demi Allah aku benar-benar dapat melihat istana-istananya yang berwarna merah saat ini. " Lalu beliau menghentam untuk yang kedua kalinya bahagian tanah yang lain. Beliau bersabda lagi, "Allah Maha Besar, aku diberi tanah Persi. Demi Allah saat ini pun aku dapat melihat istana Mada`in yang berwarna putih. " Kemudian beliau menghentam untuk yang ketiga kali dan bersabda, "Bismillah... ", maka hancurlah tanah dan batu yang masih menyisa. Kemudian beliau bersabda, "Allah Maha Besar, aku diberi kunci-kunci Yaman. Demi Allah dari tempatku ini aku dapat melihat pintu-pintu gerbang Shan`a.."
Meskipun cita-cita dan harapan Rasulullah SAW. belum terealisasi ketika beliau masih hidup, namun cita-cita yang diungkapkan dan divisualisasikan telah membakar semangat juang kaum muslimin dan hasilnya ialah kaum muslimin memenangi perang Khandaq dan cita-cita Rasulullah SAW. Menjadi realiti ketika masa kekhalifahan Umar bin Khatthab. Maha Besar Allah.
Saudaraku... Bercita-citalah....
ending3.jpgBercita-citalah menjadi hamba Allah yang ta`at dan "Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya... "
Bercita-citalah menjadi hamba Allah yang ikhlas, tawakkal dan sabar dalam menjalani setiap fasa hidup....
Bercita-citalah menjadi seorang anak yang soleh, orang tua yang bijak dan adil, suami atau isteri yang memiliki limpahan kasih sayang pada setiap anggota keluarga, pelajar yang soleh dan penuh prestasi, guru yang dapat menjadi teladan bagi anak didiknya.
Bercita-citalah memiliki keluarga yang penuh kasih sayang, saling pengertian dan mengingatkan dalam kebaikan, dan senantiasa ada dalam suasana Islami.
Bercita-citalah menjadi karyawan yang jujur dan berprestasi, pemimpin yang adil dan penuh kasih terhadap bawahan, direktor yang rendah hati, senantiasa tawadhu` dan qana`ah.
Bercita-citalah memiliki ketenangan jiwa, keteguhan hati dan kepercayaan diri sehingga dapat dengan tulus mempercayai orang lain dan mendapat kepercayaan yang baik.
Bercita-citalah dibebaskan hati ini dari segala penyakit hati, irihati, dengki, hasad, prasangka buruk, sombong, takabbur, bangga pada diri sendiri...
Bercita-citalah memiliki pekerjaan yang layak, hasil yang berkah serta menjadi seorang hartawan yang dermawan. 
Bercita-citalah untuk masuk syurga dan terhindar dari api neraka....
Dan.pada akhirnya bercita-citalah agar Allah mengambilkan kita dalam keadaan yang baik. Khusnul khatimah...
"Kini jiwa ini merindukan syurga... " (Umar bin Abdul `Aziz)
Setitik hikmah dari samudera hikmah.

No comments: