VVIP TOS

Tuesday, December 7, 2010

MENERJAH MASA LALU DAN MENEROKA MASA DEPAN


Ada yang bertanya, sejauh mana masa lalu mempengaruhi kejayaan kita di masa depan?
Sebelum kita menjawab pertanyaan diatas, kita lihat faktanya saja. Ada orang yang memiliki masa lalu kelam,masa lalu yang pahit, dan penuh kegagalan, namun saat ini mampu meraih kejayaan yang gemilang. Ada juga orang yang sekarang berjaya kerana masa lalunya penuh dengan kejayaan. Sebaliknya juga ada, tidak sedikit orang yang memiliki masa lalu indah dan gemilang namun mengalami kegagalan saat ini.
Masa lalu, baik atau buruk, akan meninggalkan kenangan. Baik kenangan indah yang membuat kita semangat. Namun kadang, kenangan indah juga membuat orang terlena. Beruntunglah yang menjadikan kenangan indah sebagai pemicu semangat. Begitu juga, ada orang yang meninggalkan kenangan pahit kemudian dijadikannya sebagai cambuk yang memotivasi dirinya hingga sukses. Namun, tidak sedikit orang yang hilang semangat kerana masa lalu yang kelam.
Jadi, terlepas apakah masa lalu kita itu baik atau buruk, yang terpenting ialah bagaimana kita mengambil hikmah kemudian dijadikan sebagai landasan kita untuk melangkah ke depan saat ini. Tidak peduli apakah kenangan itu baik atau buruk, keduanya mengandungi hikmah. Selanjutnya, apakah kita mahu memanfaatkan hikmah itu sebagai tindakan saat ini atau tidak?
Kuncinya Ada Pada Saat Ini

Kuncinya ada pada saat ini, bukan masa lalu. Bagimana kita bersikap dan bertindak sekarang. Bagaimana kita melihat masa lalu kemudian mengambil tindakan untuk menyongsong masa depan.
Itulah yang perlu kita lakukan saat ini atau sekarang: mengambil hikmah dan bertindak.
Aku teringat dengan kata-kata W Michell, orang yang sebahagian besar tubuhnya pernah terbakar dan hidup diatas kerusi roda. Dia mengatakan
“It’s not what happens to you. It’s what you do about it.”
Ini bukan tentang apa yang terjadi pada kita. Ini tentang apa yang kita lakukan dengannya. Fokusnya: apa yang kita lakukan. Bila? Ya sekarang.
Ada kata-kata yang indah, yang dikatakan oleh baginda Rasulullah SAW
Aku mengagumi seorang mukmin. Bila memperoleh kebaikan dia memuji Allah dan bersyukur. Bila ditimpa musibah dia memuji Allah dan bersabar. Seorang mukmin diberi pahala dalam segala hal walaupun dalam sesuap makanan yang diangkatnya ke mulut isterinya. (HR. Ahmad dan Abu Dawud)
Apa pun yang terjadi di masa lalu, kebaikan atau musibah, keduanya menjadi lahan mendapatkan pahala dari Allah.

No comments: