Hari ini terasa nak post something yang related to my life plak...
Sebelum tu, meh aku cerita kn sedikit latar belakang tajuk yang bakal aku coretkan sebentar je lagi..he3 (poyo nye aku)
Tajuk entri kali ini adalah hasil ideas oleh sahabat aku, Azrul Hakim yang seharian duk pasang niat tak nak bercakap banyak.....
So, dia ada bawak satu kata-kata dari Imam As-Syafie yang menegaskan keselamatan lidah adalah dengan mengurangkan bicara.
So aku terfikirlah kekadang aku nie jenis banyak cakap juga.ha3~~ bukan apa, kalau aku duk diam plak, nanti member2 cakap aku sakit la, aku dah sewel.....macam2 lah prejudis tahap satu diorunk 2...hahahaha....
Berbalik kepada Keselamatan Lidah tadi,aku rasa alangkah baiknya kalau aku cuba berkongsikan sedikit pandangan aku mengenai perkara berkenaan.
Disini ada satu hadith yang aku rasa berkaitrapat dengan tajuk hari ini iaitu "
Imam Tarmidzi meriwayatkan hadits yang cukup panjang, bahwa pada suatu hari Mu'adz bin Jabal ra bertanya,
"Ya Rasulullah, ajarkan kepadaku amalan yang dapat memasukkan aku ke syurga, dan menjauhkan dari neraka."
Jawab Nabi S.A.W,
"Anda telah menanyakan suatu yang besar --namun sebenarnya ringan bagi mereka yang diringankan oleh Allah-- iaitu beribadah kepada Allah dan tidak mempersekutukan-Nya dengan suatu apapun; mendirikan solat; mengeluarkan zakat; puasa pada bulan Ramadhan; dan berhaji ke Baitullah."
Kemudian Nabi saw melanjutkan, "Sukakah kamu sekiranya aku tunjukkan pintu-pintu (jalan-jalan) kebaikan? Puasa itu bagaikan perisai, sedekah memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api. Demikian juga solat di tengah malam."
Kemudian Rasulullah membaca ayat 16 surat As-Sajadah, "Mereka merenggangkan pinggangnya dari tempat tidur karena berdoa kepada Tuhan dengan penuh ketakutan dan harapan, dan dari rezeki pemberian Kami mereka bersedekah. Maka tidak ada seorangpun yang menegetahui apa yang disembunyikan Allah dari pahala yang memuaskan pandangan mata, sebagai pembalasan atas segala amal perbuatan mereka."
Kemudian Nabi S.A.W bersabda, "Sukakah kamu sekiranya aku beritahu pokok agama, tiangnya dan puncaknya?" Mu'adz mengiyakan. "Pokok agama adalah Islam (menyerah bulat kepada Allah), tiangnya adalah solat, sedang puncaknya adalah jihad (perang atau berjuang menegakkan agama Allah)."
Nabi saw melanjutkan lagi, "Sukakah kamu jika aku beritahu kunci dari semua itu?"
Mu'adz mengiyakan lagi.
Maka Nabi saw memegang lidahnya sambil bersabda, "Jagalah ini, jangan sampai membinasakanmu."
Mu'adz betanya, "Ya Rasulullah, apakah kami akan dituntut apa yang kami bicarakan?"
Nabi menjawab, " Apakah kamu menganggap orang akan masuk neraka atas dasar mukanya? Tidak lain hanya hasil lidahnya."JIKA syurga diibaratkan satu ruangan yang amat besar, sudah tentu untuk memasukinya kita perlu melalui pintunya. Hanya mereka yang memiliki kunci yang dapat membuka pintu tersebut. Menurut hadits di atas kunci syurga adalah LISAN. Siapa yang dapat menjaga lisannya, maka syurga bakal menjadi miliknya. Sebaliknya, bagi mereka yang tidak mampu memanfaatkannya secara baik dan benar, maka neraka akan menjadi tempat tinggalnya.
Satu kata atau satu kalimat yang keluar dari lisan seseorang bisa menjadi faktor penentu bagi keselamatannya, di dunia dan akhirat. Seseorang yang tidak mempedulikan akibat dari perkataannya boleh terjerumus ke dalam neraka jahannam.
Rasulullah menyampaikan hal ini dalam sebuah sabdanya:
"Sesungguhnya adakalanya seseorang mengatakan suatu kalimat yang tidak diperhatikannya, tiba-tiba ia tergelincir ke dalam neraka yang jaraknya lebih jauh dari antara timur dan barat." (HR. Bukhari dan Muslim)
Lontaran kata yang sederhana dapat membawa impak yang luar biasa. Sudah tidak terkira berapa banyak pasangan suami isteri yang akhirnya mengalami konfliks dalam rumah tangga hanya gara-gara ucapan dari lidah masing-masing.
"Sesungguhnya adakalanya seseorang mengatakan suatu kalimat yang tidak diperhatikannya, tiba-tiba ia tergelincir ke dalam neraka yang jaraknya lebih jauh dari antara timur dan barat." (HR. Bukhari dan Muslim)
Lontaran kata yang sederhana dapat membawa impak yang luar biasa. Sudah tidak terkira berapa banyak pasangan suami isteri yang akhirnya mengalami konfliks dalam rumah tangga hanya gara-gara ucapan dari lidah masing-masing.
Menjaga lidah dari kata-kata kasar, kotor dan keji memang tidak mudah, apalagi jika dalam keadaan emosi. Seorang yang biasanya pendiam, tiba-tiba bisa berapi-api kata-katanya. Bahkan seorang yang tak bisa berpidato sekalipun, bisa tampil di pentas dengan meyakinkan sekali, hanya kerana dorongan amarah.
Dalam keadaan emosi, ucapan kasar yang bernada cemuhan atau kutukan terpancul secara sendirinya. Akibatnya, orang lain yang menerima tempiasnya akan terluka hati dan marah..Bila marah berlawan dengan marah, maka pertengkaran bakal meletus.
Dalam keadaan emosi, ucapan kasar yang bernada cemuhan atau kutukan terpancul secara sendirinya. Akibatnya, orang lain yang menerima tempiasnya akan terluka hati dan marah..Bila marah berlawan dengan marah, maka pertengkaran bakal meletus.
Maka, seeloknya kita sama-sama mengawal keselamatan lidah kita masing-msaing. Takut-takut ada pihak yang selama ini telah lama terasa hati dengan kita. Jangan pula kita mengapi-apikan keadaan lagi.
Renung-renungkan dan selamat beramal.
Keselamatan Zahir & Batin
-Keselamatan tubuh terletak pada sedikitnya makan.
-Keselamatan jiwa ada pada sedikitnya dosa.
-Keselamatan hati bergantung kepada sedikitnya perhatian dan angan-angan.
-Keselamatan lidah terdapat pada sedikitnya berbicara.
Wassalam

No comments:
Post a Comment